Suatu ketika saat dia masih berada didalam suatu kandungan, orang tuanya tak mau dia lahir di dunia ini karena orang tuanya tahu kalau anak yang dikandungnya itu perempuan. Orang tuanya hanya ingin meinginkan anak laki-laki. Karena dari dulu orang tuanya hanya di karuniai anak perempuan.
Orang tuanya sudah memiliki 3 anak perempuan, anak pertama berumur sekitar 22 tahun , yang kedua berumur 17 tahun, dan yang ke tiga berumur 3 tahun dan yang terakhir masih dalam kandungan yang masih berumur 4-5bulan. Tapi orang tuanya dari dulu mendambakan seorang anak laki-laki. Tapi Allah berkehendak lain, Allah tetap memberinya seorang anak perempuan. Tapi apa yang dilakukan dua orang tua itu, seharusnya mereka bersyukur karena masih dikaruniai seorang anak, diluar masih banyak orang tua yang menginginkan seorang anak tetapi sampai saat ini juga belum dikaruniai seorang anak, mereka masih lebih baik daripada mereka-mereka yang belum dikaruniai seorang anak.
Sebuah pertemuan yang tidak disengaja, ternyata bisa menjadikan terjadinya sebuah hubungan. Entah itu dari hanya sebagai seorang teman, sahabat, bahkan ada juga yang seperti Bunga contohnya, yang sekarang menjadi calon isteri dari seorang cowok bernama Bima.
Berawal dari sebuah perjalanan ku menuju tempat kos, aku dan Mitha melangkahkan kaki perlahan namun pasti.
Meski terik namun terasa silir angin berhembus, kami asik berbincang tentang kisah remaja di sekolah kami.
Lalu, seorang anak laki-laki berseragam putih abu-abu melintas tepat di sampingku. Spontan aku terperangah, namun ia tak sedikitpun menghiraukan aku. Bahkan sampai ia berlalu.
Ia terlihat sedikit tampan, namun sangat keren. Wajar jika aku sampai terpesona padanya.
Likunya sebuah perjalanan